Sunday, April 19, 2015

14 Aspek di Toko Online Yang Perlu Google Analytics


Untuk melakukan tracking terhadap traffic yang masuk ke situs toko online anda atau untuk mengetahui apa saja yang visitor lakukan di toko online anda, anda harus bisa memanfaatkan fitur Google Analytics lebih dalam lagi.

Untuk memahami perilaku orang secara mendalam ketika berbelanja di situs toko online, anda bisa memanfaatkan fitur event tracking di Google Analytics. Fitur ini akan memberitahukan anda informasi yang insightful mengenai perilaku customer.

Berikut ini adalah 14 hal yang bisa anda lacak di Google Analytics untuk mengukur dan memahami perilaku customer, memperbaiki kekurangan di situs anda, dan mendorong jumlah pendapatan yang dihasilkan pada toko online anda.

1. Add to Cart
Melakukan tracking pada produk yang masuk ke shopping cart akan memberikan anda informasi tentang seberapa banyak produk yang masuk ke keranjang dan kenapa beberapa produk anda memiliki tingkat konversi membeli yang lebih besar dari produk lainnya.

Tulis nama produk (atau SKU produk) yang masuk ke dalam keranjang customer ke dalam bagian eventLabel.



2. Add to Cart Error
Jika di toko online anda ada opsi ketika customer memasukkan barang ke shopping cart (seperti ukuran, warna, atau kuantitas), anda bisa menggunakan event tracking untuk mengetahui seberapa sering customer mencoba untuk menambahkan produk ke shopping cart sebelum memilih opsi tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa jika customer memasukkan barang ke shopping cart tanpa memilih opsi itu, pesan “error” akan muncul di website. Ini memberitahukan kepada customer bahwa mereka harus memilih opsi tersebut sebelum memasukkan produk ke keranjang.

Mengumpulkan data seperti ini akan membantu anda dalam menganalisis kesalahan yang sering dilakukan oleh customer ketika mereka memasukkan produk ke keranjang.

3. Jumlah view produk
Ini adalah jenis event yang mirip dengan Add to Cart dan ini bisa memberikan anda informasi tentang produk yang paling banyak dilihat orang. Cara ini bisa membantu anda untuk menjawab pertanyaan berikut: Ketika produk dilihat, berapa persen dari produk itu yang masuk ke keranjang? Berapa persen dari produk itu yang berhasil dibeli customer?

4. Checkout
Cara ini berguna bagi anda untuk mengetahui data traffic di bagian checkout di toko online anda, karena ini akan membantu anda menganalisis persentase dari customer yang berpindah dari bagian checkout hingga mereka membeli barang tersebut.



Dari screenshot di atas terlihat bahwa hanya 24% dari traffic di bagian checkout yang berhasil menjadi sales.

5. Continue Shopping
Masukkan event ke tombol “Continue Shopping”  setelah customer memasukkan barang mereka ke keranjang. Event ini akan mengukur dan memberikan anda informasi berapa persen dari customer anda yang memilih untuk berbelanja lagi dibandingkan langsung menuju halaman checkout dan membeli barang.

6. Checkout Error
Sama seperti Add to Cart Error dimana event ini ditujukan untuk mengetahui letak kesalahan yang biasa dilakukan oleh customer. Namun, pada halaman checkout ini, anda harus meletakkan event ke beberapa variabel seperti First Name Error, Last Name Error, Credit Card Error, dan lain-lain.

7. Promosi di Home Page
Di sebagian besar situs e-commerce, homepage adalah landing page yang paling banyak digunakan orang. Untuk memaksimalkan potensinya, anda membutuhkan analisis yang lebih mendalam untuk mengumpulkan data-datanya. Biasanya, berbagai macam promosi produk, kampanye, dan diskon pasti ditampilkan di homepage. Dengan melakukan tracking pada promosi ini, anda bisa membuat segmen di Google Analytics untuk mengetahui tingkat konversinya.



Contoh di atas menunjukkan bahwa customer yang mengklik promosi produk 1 di homepage memiliki tingkat konversi sebesar 23 persen. Anda bisa menambahkan sendiri untuk setiap promosi yang anda lakukan.

8. Hasil pencarian di website
Anda bisa melakukan tracking pada produk apa saja yang sering dicari orang di toko online anda. Ini bisa menjadi peluang bagi anda untuk melakukan kampanye marketing. Dengan mengetahui frase apa yang sering dicari orang di situs, anda bisa menjadikan produk yang dicari tersebut menjadi produk promosi di homepage anda. Atau anda juga bisa menjadikan frase itu menjadi target dalam SEO dan SEM anda.

9. Hasil pencarian yang kosong
Sama seperti nomor 8, yang membedakan hanyalah anda melakukan tracking pada produk yang tidak ada di situs anda ketika orang melakukan pencarian. Cara ini akan memberikan anda informasi mengenai produk apa yang harus anda jual selanjutnya. Atau anda bisa mengarahkan hasil pencarian ini ke produk yang masih berhubungan dengan apa yang dicari customer.

10. 404 Error
Ini adalah event yang harus anda track. Dengan melakukan ini, anda akan tahu halaman mana dari  website anda yang perlu diperbaiki.



11. Error-error lainnya
Untuk berjaga-jaga apabila ada program atau gambar yang error di situs anda, anda bisa segera memperbaikinya dengan melakukan tracking ini.

12. Pilihan metode pembayaran
Dengan banyaknya metode pembayaran yang tersedia di Indonesia, anda bisa melakukan tracking pada setiap metode pembayaran ini. Dengan melakukan ini, anda akan mengetahui:

  • Metode pembayaran apa yang paling banyak digunakan orang?
  • Apakah customer dengan metode pembayaran tertentu cenderung membeli barang lebih banyak dibanding metode pembayaran yang lain?

13. Jumlah klik di link internal
Melakukan tracking pada jumlah klik di link internal memungkinkan anda untuk menganalisis link mana yang paling banyak diklik orang dan kemana link ini membawa mereka. Sebagai contoh, jika link menuju halaman panduan ukuran memiliki banyak visitor, itu berarti customer sangat memperhatikan masalah ukuran sebelum mereka berbelanja.

14. Jumlah share di Sosial Media
Lakukan tracking kapanpun customer melakukan share pada suatu produk, promosi, atau konten (seperti video dan gambar). Gunakan data ini untuk mengetahui produk, promosi atau konten apa yang paling terkenal dan banyak di-share di sosial media.


Sumber : Startup Bisnis

No comments:

Post a Comment

Share Your Inspiration...