Saturday, February 22, 2014

Seni dan Cara Negosiasi Gaji

Anda mungkin heran mengapa beberapa rekan kerja di kantor satu persatu mengundurkan diri. Padahal load kerja sepertinya tak terlalu berat dan suasana kerja cukup menyenangkan. Apa yang membuat mereka tidak betah?

Penelitian menunjukkan, alasan utama para karyawan untuk pindah adalah mendapatkan kenaikan gaji. Bukan rahasia lagi jika cara cepat untuk mendapat peningkatan pendapatan adalah pindah kerja. Bahkan beberapa pekerja dengan keahlian yang banyak dicari bisa mendapat kenaikan beberapa kali lipat jika ia pindah ke perusahaan lain.

Sebenarnya Anda pun bisa mendapatkan kenaikan gaji meski tidak pindah tempat kerja. Yang perlu dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak manajemen kantor. Supaya usaha negosiasi ini berhasil, sebelumnya lakukan empat hal berikut ini.

1. Alasan kuat
Keinginan Anda untuk membeli rumah lebih besar atau mengumpulkan uang untuk melanjutkan kuliah bukanlah alasan valid meminta kenaikan gaji. Anda harus bisa menunjukkan alasan bisnis mengapa perlu dibayar lebih. Buatlah dokumentasi tanggung jawab yang sudah dilakukan dan fokus pada apa yang sudah Anda lakukan sehingga perusahaan bisa mencapai target tersebut.

Misalnya, Anda mungkin membantu mendesain ulang website perusahaan sehingga traffic-nya meningkat dan angka penjualan meningkat 15 persen. Kumpulkan data yang konkret dan presentasikan informasi ini dengan cara yang tepat sehingga Anda terlihat sebagai aset penting bagi perusahaan.

2. Lakukan survei

Cari tahu berapa besaran gaji karyawan dengan posisi seperti Anda di perusahaan lain, terutama yang bergerak di bidang usaha yang sama. Perkirakan berapa "nilai" Anda di bursa kerja saat ini sehingga apa yang Anda minta tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi dari harga pasaran.

3. Catatan kinerja
Atasan Anda mungkin tidak menyadari berapa banyak projek yang sudah atau sedang Anda tangani saat ini. Untuk itu buatlah data-data pendukung berupa status report yang merangkum tugas-tugas yang Anda kerjakan dan sudah dilakukan. Apakah Anda berhasil memenuhi tugas itu atau melebihi yang diminta perusahaan. Sampaikan catatan tersebut secara berkala.

4. Waktu yang tepat
Carilah waktu yang tepat untuk membicarakan ini dengan atasan. Pada umumnya kita akan membicarakan soal kenaikan gaji saat evaluasi kerja rutin. Tetapi tak ada salahnya juga menyinggung soal kenaikan gaji sebelum dilakukannya evaluasi. Misalnya saat Anda berhasil menyelesaikan projek penting.

Waktu yang tepat juga berarti disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Tentu tidak etis meminta kenaikan di saat perusahaan sedang krisis. Selain itu mintalah waktu khusus dengan atasan untuk membicarakan hal ini. Jangan mendiskusikan soal kenaikan gaji melalui email atau telepon, tetapi lakukan tatap muka.

5. Persiapkan plan B

Jika kenaikan gaji tidak ada dalam rencana keuangan perusahaan, coba negosiasikan benefit lain, misalnya waktu cuti lebih panjang, jam kerja lebih fleksibel atau bonus yang lebih besar. Jika permintaan ini juga ditolak, tanyakan pada atasan posisi yang bisa Anda raih di masa depan dan bagaimana cara mencapainya.

Seperti halnya setiap negosiasi, meminta kenaikan gaji membutuhkan persiapan dan kemahiran. Anda juga perlu menyiapkan mental. Jika permintaan Anda tidak ditolak, jangan langsung sakit hati. Bila atasan memberikan alasan mengapa ia tidak bisa mengabulkan permintaan Anda, mungkin inilah saat yang tepat untuk melangkah ke perusahaan lain. Anda juga perlu menghargai diri sendiri.

...

Posisi yang Anda inginkan sudah Anda dapatkan. Pekerjaan yang ditawarkan sangat menantang. Suasana kerjanya menyenangkan. Kesempatan berkembang terbuka lebar. Kini giliran membahas soal gaji. Meskipun negosiasi gaji biasanya merupakan tahap terakhir, namun tahap ini bukannya yang paling tidak penting. Bagaimana pun juga, Anda menginginkan adanya kenaikan gaji, bukan? Tetapi kenapa ya, saat pewawancara bertanya, "Berapa gaji Anda di tempat terdahulu?" mendadak mulut Anda seperti terkunci? Ada kekhawatiran jika Anda memberitahukan gaji Anda yang kecil, Anda tak akan mendapatkan kenaikan yang berarti. Bila harus me-mark up gaji, berapa nilai yang pantas Anda sebutkan?

1. Hindari menyebutkan besar gaji di tempat Anda bekerja saat ini. 
Menurut Ramit Sethi, pencipta blog IWillTeachYouToBeRich, dan penulis buku dengan judul sama, "(Gaji Anda) Bukan urusan mereka. Fokuslah pada pekerjaan yang baru, karena jika Anda mengungkap gaji Anda di perusahaan yang lama, ada dua hal yang bisa terjadi. Pertama, kehilangan 'kartu' Anda. Kedua, Anda mengakui bahwa Anda tidak berpengalaman dalam wawancara dan bernegosiasi." 

2. Fokus pada kemampuan Anda. 
Jika si pewawancara mendesak Anda untuk menyebutkan gaji, Sethi menyarankan untuk mengarahkan pembicaraan kepada kemampuan yang Anda miliki untuk posisi tersebut. Jika Anda dapat berfokus pada penghasilan tambahan bagi perusahaan yang dapat Anda kontribusikan, menjadi sulit bagi pewawancara untuk berfokus pada berapa juta gaji yang Anda tawar sebelumnya. Jika posisi Anda tidak memiliki hubungan yang jelas mengenai nilai pendapatan bagi perusahaan, Sethi menyarankan untuk menekankan bagaimana pekerjaan Anda memungkinkan manajer Anda untuk melakukan pekerjaannya lebih efektif. Pada akhirnya, yang penting adalah bagaimana Anda dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya.

3. Bahas gaji secara range. 
Jika Anda mendapatkan pertanyaan mengenai gaji, arahkan negosiasi untuk menanyakan mengapa Anda harus digaji dengan range tertentu, demikian pendapat  Carol Frohlinger, direktur pelaksana Negotiating Women, dan penulis buku Her Place at the Table.

Anda dapat mengungkap gaji Anda yang sebenarnya jika Anda merasa bahwa gaji Anda saat ini dalam jangkauan yang masuk akal, dan Anda hanya mengharapkan kenaikan yang pantas -katakan sekitar 10 persen- menurut Susan Cain, presiden The Negotiation Company. "Jika tidak, tunda mengungkap gaji setidaknya sampai pewawancara menyukai Anda, dan tidak ingin kehilangan Anda," ujar Cain. Pada tahap ini, Anda dapat mengatakan bahwa atasan Anda saat ini pasti tidak nyaman jika Anda mengatakan berapa gaji Anda. Namun bila akhirnya Anda merasa harus membuka, menurut Cain Anda cukup menjelaskan dengan cara yang tidak defensif, mengapa menurut Anda gaji Anda rendah, dan mengapa seharusnya Anda digaji lebih tinggi. Anda bisa mengatakan seperti ini, "Saya memiliki pengalaman dan pernah mengikuti berbagai training, dan sekarang saya mencari posisi yang dapat menunjukkan keahlian saya."

4. Kenali berapa nilai Anda. 
Ketika Anda mulai membahas soal gaji, pastikan Anda sudah mencari tahu sebelumnya berapa range gaji yang ditawarkan untuk posisi tersebut. "Bukan sekadar berapa gaji untuk pekerjaan tersebut, tetapi juga berapa gaji untuk wilayah dimana Anda tinggal, untuk perusahaan dengan lingkup dan industri yang sama," kata Frohlinger. “Pikirkan juga apakah ada yang Anda dapatkan selain gaji, apa yang diperoleh pelamar lain untuk paket kompensasi secara total."

5. Lakukan investigasi pada perusahaan. 
Untuk membuat gambaran mengenai nilai sebuah pekerjaan, buat gambaran seluruh jaringan Anda, khususnya orang-orang yang sudah meninggalkan perusahaan dengan posisi yang Anda inginkan saat ini. Cari tahu di situs-situs lowongan kerja yang memberikan detail tentang gaji. Jika Anda bekerja sebagai seorang freelancer, misalnya, tanyalah pada rekan-rekan Anda yang mempunyai pengalaman yang sama, berapa mereka dibayar. "Tanyalah pada sedikitnya lima orang," ujar Sethi, “karena tidak semua orang dibayar dengan layak untuk pekerjaan mereka."
 
Jika Anda sudah mengetahui bahwa perusahaan yang Anda lamar tergolong sehat, atau dikenal dengan penawaran gaji dan kompensasi yang cukup tinggi, Anda boleh meminta kenaikan gaji hingga 30 persen. Yang terpenting adalah Anda telah mengetahui berapa range gaji di perusahaan tersebut, sehingga Anda tidak meminta terlalu sedikit atau terlalu banyak.

6. Bagaimana jika Anda mengungkap terlalu banyak tentang gaji? 
Anda mungkin kelepasan bicara, atau terlalu didesak sehingga akhirnya mengumbar informasi lebih banyak daripada yang diminta. Cara terbaik untuk mendapatkan kembali kekuasaan Anda, menurut Sethi, adalah dengan mulai mengumpulkan bukti kesuksesan Anda dalam menangani pekerjaan, dan segera rencanakan peluang untuk bertemu manajer-nya dan berdiskusi mengenai kemampuan Anda. Biarkan sang manajer mengetahui keinginan Anda untuk berdiskusi, termasuk membahas kompensasi yang Anda dapatkan. Sebelum pertemuan itu terjadi, manajer seharusnya sudah tahu bahwa Anda menginginkan kenaikan gaji karena Anda memang layak mendapatkannya.

...

Dalam dunia kerja dikenal istilah “dibajak”, atau lebih populer dikenal dengan sebutan “hijacked”. Umumnya ketika seorang karyawan dibajak oleh perusahaan kompetitor, mereka pasti menawarkan gaji yang besar dengan segala bentuk fasilitas yang lebih baik. Namun, bukan berarti Anda serta-merta langsung setuju, sebaliknya, Anda harus pandai bernegosiasi.

Bila perusahaan lain atau kompetitor tertarik untuk mempekerjakan Anda, ini menandakan Anda memiliki potensi cemerlang, serta kadar loyalitas yang membuat mereka tertantang hingga berani merekrut Anda.

Supaya tidak menyesal di tengah jalan, Anda harus mengerahkan kemampuan bernegosiasi terhadap perusahaan kompetitor tersebut. Begini caranya:

1. Mulailah dengan “harga tinggi”Sebuah studi mengungkapkan, apabila karyawan yang telah memiliki pengalaman kerja sebelumnya meminta gaji dengan nominal tinggi, lebih kurang dua kali lipat dari gaji sebelumnya, justru akan membuat negosiasi gaji berakhir dengan nominal yang tinggi pula.

Namun, ada baiknya terlebih dahulu melakukan riset mengenai jumlah standar gaji untuk posisi yang ditawarkan tersebut. Tujuannya, agar angka yang Anda kemukakan tidak melampaui standardisasi perusahaan.

2. Menolak kompromi adalah wajar

Namanya juga sebagai pihak yang ditawarkan, wajar jikalau Anda menolak kompromi bila dirasa penawaran dari mereka tidak memenuhi ekspektasi. Apabila sebelumnya Anda telah mendapatkan informasi mengenai standar gaji di perusahaan tersebut, dan ternyata tak berbeda jauh dari yang Anda terima. Sebab, menurut Dona Dezube, penulis artikel 10 Questions to Ask When Negotiating Salary, Monster Finance Careers Expert, mengatakan, "Jika Anda terlalu berkompromi, hasilnya akan tertebak, dan Anda malah akan mendapatkan sedikit uang."


Sumber 2 : Kompas
Sumber 3 : CHIC Via Kompas

No comments:

Post a Comment

Share Your Inspiration...