Showing posts with label My Story. Show all posts
Showing posts with label My Story. Show all posts

Friday, January 6, 2017

Selamat Tahun Baru 2017 - Menjadi Versi Terbaik Dari Diri Kita


Selamat tahun baru 2017 saya ucapkan kepada semua yang membaca post ini. Semoga tahun ini bisa menjadi tahun yang lebih baik untuk kita semua. Rencana dan harapan yang sudah direncanakan dapat terealisasi dengan lancar. Tidak lupa semoga yang tahun kemarin belum terwujud bisa diwujudkan tahun ini. Maaf karena sedikit telat yaaa, tapi tidak terasa ya tahun 2017 ini sudah terlalui 6 hari. Biasa-nya bulan yang akhirnya "-ber" yang terasa cepat, tapi sekarang "-ri" juga rasanya cepat juga.



Pastinya banyak hal yang ingin kita capai di tahun ini. Dan untuk mencapai hal tersebut diperlukan semangat yang kuat. Segala sesuatu yang bernilai besar yang kita dapatkan pastinya seringkali karena semangat dan kerja keras yang besar juga. Perlu visi dan misi yang kuat untuk segala sesuatunya agar semua itu tidak hanya menjadi "resolusi". 

Janganlah kita takut atau kuatir akan kegagalan. Karena untuk menjadi versi terbaik dari diri kita, kita harus berani keluar daripada zona nyaman kita dan berani mengambil resiko dan tidak takut gagal. Rahasia terbesar untuk kesuksesan itu sendiri adalah ketika kita beroperasi dalam zona kekuatan kita tetapi diluar zona nyaman kita.


Untuk menjadi versi terbaik dari diri kita, kita perlu mengidentifikasi dan meningkatkan kekuatan, skill dan potensi yang kita miliki. Dan untuk mengubah potensi tersebut kita menjadi sesuatu yang hebat, gagal adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Dalam setiap kegagalan pasti ada hal yang bisa kita syukuri dan tentunya kita menjadi tahu hal-hal yang bisa kita tingkatkan sehingga menjadi lebih baik lagi. Tidak ada seorangpun yang ingin mencoba dan mendapat kegagalan, tapi apabila tidak mencoba kita tidak akan mendapat hasil apapun. Kita juga tidak akan menemukan versi terbaik dari diri kita.

Terakhir, memulai tahun ini, selain berencana saja, sangat baik jika kita juga berdoa. Kita berdoa agar Tuhan memberikan kepada kita hikmat, kebijaksanaan dan kemampuan untuk menyertai kita selalu dalam perjalanan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita. Sekali lagi, selamat tahun baru 2017!

Friday, December 30, 2016

Cerita Penutup 2016 - Akhir yang bahagia?

Ketika saya menulis ini, saya sedang memikirkan bagaimana caranya untuk selalu sehat sehingga bisa melakukan pekerjaan dan kegiatan dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang terlintas tentang bagaimana untuk selalu sehat adalah dengan berbahagia. Kalau dulu jaman kecil, saya suka bernyanyi lagu yang judulnya adalah "Hati Yang Gembira Adalah Obat". Kalau sudah sakit, hati yang gembira adalah salah satu obatnya. Tetapi kalau tidak sakit, hati yang gembira adalah salah satu faktor yang menjaga kesehatan kita. Coba saja kalian ketik di google: "bahagia mempengaruhi kesehatan" atau "happiness affects health".

Nah sekarang, bagaimana caranya agar kita bahagia senantiasa? Bahagia itu otomatis didapatkan ketika sedang liburan atau baru saja dapat hal yang menyenangkan, misalnya dapat hadiah, dapat hasil tes yang bagus, dapat bonus atau promosi ditempat kerja, dan sebagainya. Lalu bagaimana jika sebaliknya? Kita sedang berada dalam masalah? Atau sedang menanti atau menunggu sebuah ketidakpastian? Atau hal-hal yang terjadi tidak sesuai rencana?

Banyak hal yang tidak mengerti dalam kehidupan ini. Apa yang kita terima atau rasakan seringkali atau pastinya terjadi dari perbuatan yang kita lakukan di masa lalu. Kalau misalnya kita lebih suka mengerjakan tugas dengan menyalin punya teman, tentunya sekarang kita tidak ahli ketika diberi tugas itu lagi. Atau contoh sederhana lainnya adalah karena dulu suka ikut komunitas, maka relasi dan teman kita banyak. Masih banyak contoh lain, tapi intinya yang ingin saya katakan adalah semuanya sebab akibat.


Kembali ke diri sendiri, jadi apakah semua itu salah kita?
  1. Apakah kita kurang berusaha maksimal?
  2. Apakah kita salah pilih keputusan?
  3. Dan sebagainya
Banyak hal yang tidak kita mengerti dalam hal ini. Tidak semua sebab akibat itu kita mengerti proses-nya. Ada yang bisa kita pahami secara logika, ada juga yang memang itu adalah rahasia kehidupan. Jadi jawabannya adalah MUNGKIN.

Terlepas dari segala kemungkinan yang ada, berarti bisa jadi tidak sepenuhnya semua dari hal yang terjadi (sebab-proses-akibat) itu salah kita. Disini penulis bukan mengajarkan untuk mencari kambing hitam atas kesalahan kita ya. Hehe...

Kita harus objektif terhadap apa yang terjadi. Terkadang dari hasil yang kurang atau tidak memuaskan tersebut, kita bisa mendapatkan sesuatu yang lain. Bisa jadi sesuatu yang lain itu muncul dari proses-nya (minimal: pelajaran) ataupun dari hasil lainnya yang tidak kita harapkan yang muncul di akhir (minimal: hikmah). Kadang pelajaran dan hikmah yang kita dapatkan pada perjalanan kehidupan, bisa jadi lebih berharga daripada tujuan itu sendiri.


Cobalah untuk berpikiran positif dan melihat dari kacamata positif, serta bersyukur untuk hal yang telah kita alami, sehingga hati kita lebih bahagia.

Cara selanjutnya untuk bisa lebih bahagia adalah jangan biarkan ekspektasi kita menjadi bumerang bagi kita sendiri. Hal sederhana pun akan menjadi rumit apabila kita berekspektasi berlebihan.


Sederhana-nya : ingatlah bahwa segala hal yang kita lakukan tadi didasari bahwa kita ingin hidup kita lebih baik. Ingatlah bahwa ini bukanlah akhir.

Bahagia itu sederhana kok. Bukan terus menghabiskan waktu dengan belajar kegagalan apalagi bersedih, melainkan berpikir bijak (bukan rumit) dan selalu bersyukur (bukan marah) atas hal yang kita terima dan alami. Dengan aura positif dan bersyukur tadi kita bisa menangkal stres yang akan muncul yang mengakibatkan kita menjadi kurang bahagia dan mengancam kesehatan kita.

Cara dan sudut pandang kita akan sangat mempengaruhi cara kita merespon. Sekali lagi input (respon) yang positif akan mengeluarkan output yang positif. Berpikir positif akan membuat kita bersyukur dan bahagia. Jadi kalau di sambungkan ke moment tahun baru seperti judul blog ini, apakah ini adalah akhir yang bahagia? 2016 terasa sangat cepat bagi saya. Tidak terasa tinggal besok aja hari terakhirnya. Banyak hal bahagia yang saya alami di 2016 ini ditengah masih banyak rencana dan harapan yang gagal atau belum terealisasi di tahun ini. #JawabanGaNyambung
Jawaban sebenarnya adalah: saya bahagia dengan segala hal yang saya terima dan lalui di 2016 ini terlepas daripada hal yang saya sampaikan sebelumnya.
Marilah di penghujung tahun ini, baiknya kita sejenak merenung dan mengevaluasi diri kita terhadap yang terjadi. Jangan kelamaan! Jangan sampai ketika nanti di tahun 2017 orang lain sudah mulai bekerja mengejar mimpi dan harapan, kalian masih saja fokus di masa lalu. Ibarat mobil, spion itu kecil dan memang berguna, tapi ya pastinya kita berkendara itu ke depan bukan belakang. Oleh karena itu kaca depan yang bersih itu yang lebih berguna. 

Kita perlu membersihkan (merenung dan evaluasi) sehingga kita mendapatkan kaca depan yang bersih (siap dipakai) untuk memulai petualangan baru di 2017, untuk bekerja dan menyetir menuju tujuan kita. Akhir kata, mohon maaf apabila ada salah kata dan selamat tahun baru 2017. Semoga harapan dan rencana yang sudah dibuat bisa terwujud dengan lancar, yang belum terealisasi di 2016 bisa direalisasikan dan yang gagal bisa tergantikan... Yang terpenting, semoga di 2017 nanti kita bisa selalu bahagia... :)

Tuesday, September 6, 2016

11 Tips for Ensuring Project Success

It's a common tips but very simple and straight forward about project success. It has been said that nearly 80% of all projects either fail completely or never get to completion. This is a very big statement to make, but Sabrina John said in her article that She has found that if you stick to the 10 tips given below, you will most definitely always deliver a quality project, on time and within budget.



0. Handover. (This is Nico Story)

The project started before kick off. It is when the pre-sales activity ends. When is it end? It is ends when the winner is announced or the project executor has been appointed (from Customer point of view) and hand-over process to project team (from Internal point of view). The project team have to make sure that they understand what are the objectives of the project, the expectations and all of the things agreed in the pre-sales activity.

During my career, I have experienced 2 kind of roles. As the project team member, I have experienced not clear process of handover that make my team more struggling to fight (work) in the middle of our battlefield (project). We have to cover (fix) all the "sin" that rise in the middle of project. It was something that already expected by my customer during the pre-sales activity and translated into another sentence that was uncertain. It could be translated to several meaning and at that time it made us work harder.

The other role I had and my current roles is as pre-sales consultant. I won't tell you about all the job descriptions but only about the hand-over process that must be done. It's mandatory to do hand-over process. I always be honest with the project team member about things that showed up during the pre-sales activity whether it was good or bad. Pre-sales always try to maintain customer expectation and of course limit the scope in the agreement to eliminate uncertainty that will make loss to both party. Mostly it's happy ending, but there were some cases that challenging and made the project a bit stormy. Anyway it's very helpful and increase the success rate if the hand-over process is conducted correctly.

1. Project kick off. 
When you start your project, the most important thing is to ensure that you obtain the requirements in as much detail as possible. You will then be able to exactly understand what needs to be delivered, by when and to whom. This business case document will form the basis of your project.

2. Timeframes. 

As far as possible, keep timeframes as short and realistic as possible. Do not commit to long term deliverables, but rather split these up into mini projects or separate phases of an overall encompassing project.

3. Milestones. 

Create milestones for every phase or piece of work in your project. Add delivery dates to these and stick to them. If you are going to miss a deadline, communicate this to you client as early as possible.

4. Deliverables. 

Deliverables should not be confused with milestones. Once every deliverable has been completed, it must be formally handed over to the client, who should sign an Acceptance Form to confirm it has met their expectations as per original requirements.

5. Clients. 

Understand your client and involve them right through the entire project, from planning to implementation. Communicate to them on a regular basis to ensure you get their buy-in in the project.

6. Scope. 

Document the scope of the project up front, including what is in and what is out and have this signed off by the client. Any future scope changes must be re-evaluated and agreed by all stakeholders against the original scope. A formal change management process will go a long way to assist with this.

7. Quality. 

Quality on any project should not be a negotiable factor and must always be of the highest possible. Ensure that you implement a clear quality management process, ensuring constant review throughout the project. This should include peer reviews so that team members review each other's deliverables.

8. Risks and Issues. 

Risks and issues must be formally documented and discussed and reviewed at least every week. Ensure that these are prioritized, responsible persons assigned to each and actions have due dates.

9. The Team. 

It is very important to assemble the best team possible to deliver the project. Require the best you can afford. Your role would be to lead and motivate the team and ensure they work well together.

10. Communication. 

Make sure that a formal communication plan is drawn up, which will communicate the correct information to the correct audience at the correct intervals, from daily team meetings right up to the executive level of dashboard reporting to senior management.

Applying these ten tips to every project you manage should put you on the right track to deliver projects of high quality, on time and within budget, every time.



Source: Sabrina John via LinkedIn

Sunday, September 4, 2016

Penggunaan Botol Air Minum Kemasan Berulang Kali

Siapa disini yang suka menggunakan botol air minum kemasan berulang kali? Hehe. Saya juga termasuk orang yang suka melakukan hal tersebut. Beli sekali berikut dengan air yang penuh, sayang rasanya kalau dibuang. Minimal dipakai 1-2x lagi, refill pakai air di kantor. Dulu sih bisa 3 - 5x atau bahkan lebih ketika masih jaman kuliah, maklum ini duid pas-pasan dengan banyak pengeluaran. Sekarang saya cenderung untuk membawa tumblr / botol sendiri yang memang peruntukannya untuk hal tersebut. Bukan karena hemat lagi seperti jaman kuliah, tapi untuk menghindari pembelian minuman manis. Jadi kalau kembali ke pertanyaan "Berapa kali botol air minum kemasan bisa dipakai ulang?", saya juga belum tahu sampai pada ketika googling dan membaca artikel berikut dari detik:


Berapa Kali Botol Air Minum Kemasan Bisa Dipakai Ulang untuk Tempat Minum?

Botol air minum dalam kemasan (AMDK) kerap dijadikan wadah air minum. Nah, jika Anda salah satu yang pernah melakukan hal itu, sebaiknya perhatikan berapa kali botol tersebut sudah digunakan. 

"Penggunaan kemasan air minum dalam kemasan tidak boleh lebih dari dua kali. Prinsipnya, material dalam botol AMDK akan terurai," tegas pakar air Dr Ir Firdaus Ali, MSc yang juga ketua Indonesian Water Institute.

Ditemui usai Konferensi Pers Unilever Pure It di Kembang Goela Resto, Plaza Central, Jakarta, Selasa (25/8/2015), Firdaus menuturkan hal ini sama saja dengan anjuran agar AMDK tidak terekspos temperatur ekstrem. Misalnya diletakkan di mobil atau terkena cahaya matahari langsung. 

Efeknya, material pada botol AMDK akan mengalami proses penguraian material di botol dan itu tidak aman bagi kesehatan. Sama prinsipnya dengan memasukkan air panas ke dalam botol plastik. Meski botol plastik tidak mengkerut, namun air panas bisa menguraikan material dalam botol AMDK dan material tersebut akan tercampur di air.

"Kecuali kalau kita menggunakan tumbler anti panas yang memang khusus, itu memang sudah didesain sendiri," ujar Firdaus.

Untuk itu, amat disarankan jika menggunakan botol yang memang ditujukan untuk tempat air minum. Terkait pemilihan botol air minum, Michael Moore, profesor bidang toksikologi dari University of Queensland menyarankan hindari botol minum dengan kode daur ulang 3 atau 7. 

Sedangkan botol minum yang aman untuk digunakan, baik sekali pakai maupun berulang kali adalah yang memiliki kode daur ulang bernomor 2, 4, dan 5. 2 dan 4 terbuat dari polyethylene, sedangkan 5 terbuat dari polypropylene. Bila ingin terjangkau dan aman, pilih saja botol plastik yang terbuat dari PET (polyethylene terephthalate) dengan kode daur ulang 1.

"Lalu cari botol plastik yang mencantumkan label 'BPA-free'. Kemudian, pilih botol minum yang transparan, bukan berwarna atau buram dan tidak tembus cahaya untuk mengurangi risiko kecil dari zat pewarna yang ditambahkan pada plastik," terang Moore.



...

Jadi kesimpulannya adalah botol yang aman di-refill adalah botol yang memiliki nomor tertentu. Tumblr / botol sepeti lock*lo** dan sejenisnya sudah memiliki nomor tersebut dan ada tanda BPA-FREE. Jadi mau hemat boleh, tapi bijaklah karena kesehatan untuk sangatlah mahal dan tidak sebanding dengan harga botol. Semoga menginspirasi.

Saturday, September 3, 2016

Aku bisa karena berusaha! dibiasakan berusaha!

Sudah lama tidak menulis cerita di blog ini. Terakhir bulan Januari dan sekarang sudah bulan September. Kemana aja ya? Banyak banget alasan. Jujur banyak banget mengurusi personal business, yang kedua adalah kerjaan di kantor yang banyak juga, dan terakhir pastinya rasa malas untuk menulis. Padahal rata-rata copy paste dan kasih komentar juga, tapi tetap malas. Hehe.

Jadi di bulan September ini tidak direncanakan juga untuk kembali menulis blog. Memang ada kerinduan untuk menulis karena tulisan tahun ini sedikit sekali tapi bukan itu alasan utamanya. Kebetulan kemarin malam kepikiran sebuah kalimat motivasi yang menurut saya bagus dijadikan tulisan di blog.



Sebetulnya ini tidak murni original dari saya. Aku bisa karena biasa adalah sebuah ungkapan pada umumnya. Tapi disini saya menambahkan 2 kalimat lain, yaitu "Aku bisa karena berusaha". Jadi bukan bisa karena hanya biasa atau dibiasakan, tapi memang karena berusaha. Olehkarena itu kalimat ketiga, saya tambahkan lagi 1 kalimat yang mengambil dari 2 kalimat sebelumnya yaitu, "dibiasakan berusaha!"

Intinya adalah selalu membiasakan diri untuk berusaha, pantang mundur atau patah semangat. Berusahalah maksimal sehingga kita tidak menyesali hasil yang didapat di kemudian hari. Berusaha itu dibiasakan bukan kadang-kadang, sehingga menjadi karakter kita. Di jaman yang keras dan sangat kompetitif, karakter yang positif akan membuat kita bertahan dan terus maju.

Terima kasih telah membaca dan selamat berakhir pekan. :)

Monday, January 11, 2016

Managed File Transfer (MFT) Overview & Solution

If you familiar with middleware, you will be familiar with MFT / Managed File Transfer. It is one of the middleware category. If you know FTP (File Transfer Protocol), you might be know this MFT. I have worked with this MFT for about a year. I work with several partner that provide MFT solution or product. For Indonesian Market, MFT is a right solution to help company work and collaborate with their customers and partners. So what is MFT?



Wikipedia.com:

Managed file transfer ("MFT") refers to software or a service that manages the secure transfer of data from one computer to another through a network (e.g., the Internet). MFT software is marketed to corporate enterprises as an alternative to using ad-hoc file transfer solutions, such as FTP, HTTP and others.

Typically, MFT offers a higher level of security and control than FTP. Features include reporting (e.g., notification of successful file transfers), non-repudiation, auditability, global visibility, automation of file transfer-related activities and processes, end-to-end security, and performance metrics/monitoring. ensure secure, reliable and auditable data transfer to enhance various type of business process.

Managed file transfer (MFT) is a type of software used to provide secure internal, external and ad-hoc data transfers through a network. MFT products are built using the FTP network protocol. However, because federal regulations require that MFT products meet strict regulatory compliance standards, they include mechanisms to ensure a higher level of security and help keep information private.

MFT applications offer business automation, along with reporting and non-repudiation. An MFT solution should simplify management and ensure regulatory compliance while supporting all current security standards and methodology, including SSLencryption, X.509 encryption and proxy certificates.

MFT is a category of middleware software that ensures reliable, secure and auditable file transfer to enable critical business process. 

...

My Definition: Managed File Transfer (MFT) is a middleware software that ensure secure, reliable and auditable data transfer to enhance various type of business process.

Problem we are facing nowadays related with MFT:
  1. Low service level because of many disruption to the document exchanged and data transfer, such as unstable and narrowband network 
  2. Low visibility because of lacking or minimal operational status
  3. Not meet complication related data security best practices
  4. High operational costs because too many complex manual processes, manual errors and exception drive up costs and lengthen time to value 
  5. Continued growth in the amount of data, size of files and volumes of transactions  mandates highly scalable solutions to support expansion of business that demand simplicity and rapid response 



There are many solution related with this MFT. They offer several additional features to support the operational like Web Access, Mobile, etc... Some of them offer analytics functionality like dashboard too. Basically it is just an additional for the security, reliability and audibility data transfer. Just for your information too, some of the big brands also offer collaboration with another middleware like B2B (Business 2 Business) Integration. If MFT talk about file transfer, B2B talk about real time integration, and more automation. You have to decide based on your objective you want to achieve and of course your budget. Thank you for reading.

Sunday, January 3, 2016

Selamat Tinggal 2015, Selamat Datang 2016

Terima kasih ya Tuhan untuk kasih, dan penyertaan Mu selama 2015 kemarin. Kami mau bersyukur telah berhasil melalui semuanya, baik itu tantangan dan rintangan, kemenangan dan kekalahan, suka maupun duka. Segala sesuatu yang telah terjadi kami yakin itu terjadi karena Engkau mengizinkan semua itu terjadi. 

Ya Tuhan, bantulah dan mampukanlah kami untuk merelakan segala sesuatu di 2015 yang belum kami ikhlaskan. Ajar kami untuk selalu mengerti bahwa apa yang kami inginkan tidak semuanya baik dan benar sesuai dengan kehendak Mu. Biarlah kami diberikan hati yang lebih luas lagi untuk menerima kenyataan yang ada. 

Ya Tuhan, maafkan kami juga untuk setiap kesalahan yang kami lakukan di 2015 lalu. Lewat kuasa Mu, kami juga minta tolong agar semua orang yang kami sakiti dipulihkan dan diberikan hati yang tulus untuk memaafkan kami juga ya Tuhan. Ajar kami untuk selalu lebih bijak dalam menghadapi dunia ini, terlebih ajar kami untuk selalu berani bertanggung jawab apalagi meminta maaf Mu ya Tuhan. 

Di 2016 ini, kiranya berkat dan kasih Mu lebih berlimpah. Latih kami juga ya Tuhan, agar kami diberikan kapasitas lebih lagi untuk menerima semuanya itu dan terlebih kapasitas untuk membagikan dan memberi lebih dari apa yang kami terima, karena kami tahu bahwa kami tidak pernah kekurangan sesuatu apapun karena Engkau selalu mencukupi kami. Tidak lupa, tolong ingatkan kami untuk selalu bersyukur untuk kasih setia Mu. 

Di 2016 ini, kami yakin janji-janji Mu semakin tergenapi. Bantulah kami juga ya Tuhan untuk mencapai apa yang kami rencanakan, apa yang kami harapkan. Bantulah kami mendengar apa yang ingin Engkau katakan, agar rencana kami sejalan dengan kehendak Engkau. Ajar kami untuk selalu turut kehendak Mu, selalu melibatkan dan mengandalkan Mu dalam setiap hal yang kami lakukan. Bilamana nanti apa yang terjadi diluar ekspektasi kami, ajar kami untuk dapat mengerti rancangan Mu, karena kami tahu rancangan Mu adalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan. 

Di 2016 ini, berikanlah kami hati seperti hati Mu ya Tuhan. Penuh kasih, sukacita, serta belas kasihan bagi sesama kami. Bantu kami untuk selalu menjadi terang dan garam dunia di manapun kami berada. Kiranya lewat kasih dan anugerah Mu, setiap talenta yang kami miliki dapat menjadi berkat dan lewat hal tersebut kemuliaan Tuhan semakin dipancarkan dan ditinggikan. 

Sekali lagi terima kasih untuk semuanya ya Tuhan Allah ku. Biarlah kasih dan penyertaan Mu semakin nyata dalam hidup kami. Amin. 




Selamat tinggal 2015, selamat datang 2016. :) 

Wednesday, December 16, 2015

Invest More For Your Future

“Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving.” – Warren Buffett

Like the quote above, most people including me choose the wrong life choice. I always spend the money first, buy things, hang out and after all of them have been satisfied finally I put some money for saving. This become my habit since in high school. At that time, my parents always give weekly "salary". Not the real salary, but pocket money.

At the college, it was getting worst because my parents gave me monthly pocket money like regular working people got transferred every month. The only different thing was mine was transferred at the early of month, not like the regular worker. Although it was getting worst, indeed I could save more money because I had another income at the time.

When I started to work few years ago, my bad habit was not changed. Spending first, save later. Save what is left after I satisfied spend it by bought new gadget, hang out, etc... Lately I start to change my habit. I start to follow my girlfriend advice to save the money at the moment I receive the money, exactly like the quote from Warren Buffett.

I cannot tell you what are the results for now. But 1 thing for sure, I am start to spend the money left in my account carefully. I become more wise and discipline. So, the next question? What are savings for? Of course, what I mean here is not the real saving but more like what Warren Buffett do, more investment. Invest more for your future. Below is more quotes from Warren Buffet. Cheers :)




Wednesday, October 21, 2015

Kadang Kita Menang, Kadang Kita Belajar.

Halo. Sudah hampir 2 bulan saya tidak menulis apapun di blog ini. Kemana saja? Alasan utamanya adalah pekerjaan. 2 bulanan ini intensitas saya tinggi sekali. Sekarang ini pun saya tidak cukup senggang untuk menulis sebuah postingan disini, tapi disini saya ingin menulis apa yang saya rasakan pada saat ini. Menulis adalah sebuah cara untuk sedikit membuat hati saya lebih ringan daripada hanya sekedar berkata-kata saja.

Jadi langsung saja. Saya sedang merasa kecewa, sedih, marah, malu terhadap keadaan ini. Sebuah keadaan yang mana berkaitan juga dengan pekerjaan saya. Hari ini saya menerima sebuah surat elektronik yang mengatakan bahwa perusahaan saya tidak berhasil memenangkan sebuah proyek yang mana saya adalah "leader" untuk tender tertutup ini. 

Sebetulnya bagi saya ini hal biasa, karena memang kekalahan ini bukanlah yang pertama. Tapi... Saya jujur tidak mengerti mengapa saya dan team kalah. Isi surat tersebut hanyalah: "coba lagi lain kali... semoga bisa bekerja sama dilain kesempatan". Kira-kira seperti itu. Sungguh kekecewaan dan kemarahan saya tidak bisa saya bendung, apalagi saya sampai menulisnya di blog ini.


Kenapa sih sampai sebegitunya? 

Alasan pertama adalah karena ini adalah bidang yang saya kuasai. Saya adalah seorang perintis juga dibidang ini. Bukan hanya itu, dulu juga saya yang mengerjakan proyek sebelumnya. Jadi sudah jelas bahwa saya yang menguasai semuanya dari A - Z, bahkan berbicara tentang pengalaman, hanya saya orang yang tersisa disini. Jadi ya jago karena orang lain yang lebih jago sudah pergi merantau duluan.

Alasan kedua adalah solusi yang saya bawakan adalah solusi yang terbaik yang saya dan team rancang untuk klien proyek ini. Mengapa terbaik? Selain karena alasan pertama yakni pengalaman, yaitu karena saya memiliki team yang mempunyai kemampuan sejenis yang bisa diaplikasikan pada proyek ini. Jadi lengkap sudah, skill, experience and team. 

Selanjutnya solusi ini juga sudah dikonfirmasi dan dipresentasikan kepada klien dan mereka 100% setuju sepenuhnya dengan solusi ini. Kami pun menjadi sangat unggul didepan setelah mengetahui bahwa lawan kami hanya menawarkan solusi yang seperempat matang. Anggap saja team saya menawarkan solusi BI, DW, ET & PT atau komplit untuk kebutuhan si klien, nah si lawan saya ini hanya menawarkan BI atau hanya 1 saja. 

Bagaimana mungkin kebutuhan si klien yang 4 itu di akomodasi oleh 1? Sudah jelas tidak masuk akal. Pada akhirnya harga kami lebih mahal. Ya jelas karena sesuai dengan kebutuhan mereka yang bukan hanya 1 tapi 4. Solusi kami bukan mahal tapi harganya sesuai dengan value yang ditawarkan, beda dengan solusi lawan yang murah dan murahan. 


Mungkin bagi yang baca juga sudah jelas bahwa secara teknis team saya jelas sangat sangat unggul. Lantas bagaimana selanjutnya?

Akhirnya, dari si klien meminta si lawan saya untuk meng-copy solusi dari team saya sehingga mereka menawarkan 4 dari sebelumnya hanya 1. Klien saya berkata dengan jujur bahwa mereka (si klien) memberi tahu solusi saya kepada lawan saya agar harganya bisa bersaing karena secara procurement mereka hanya akan peduli pada sisi harga saja bukan kepada teknis.

Saya jujur cukup terkaget disitu. Ya sudahlah whatever! Toh mencontek aja tidak gampang kok, karena mereka (si lawan) harus memiliki sense and feel yang kuat terhadap solusi tersebut dan harusnya mereka lebih mahal karena knowledge yang mereka miliki terbatas. Kenapa saya berani meng-judge bahwa terbatas? Saya akan ceritakan di alasan keempat, so lanjut dulu deh ke alasan ketiga.

Alasan ketiga mengapa saya kecewa, marah dan sebagainya adalah karena solusi dari team saya sama sekali tidak ditawar! Serius, tidak terjadi ruang negosiasi antara saya dan si klien. Jadi kenapa harus kalah? Kenapa tiba-tiba kalah? Pertanyaan yang menghantui saya sampai saat ini saya menulis blog ini. Bagaimana bisa team creator yang memiliki visi, misi, strategi, kemampuan, dsb yang jelas tidak ikut di negosiasikan?! Gila aja bukan? Dan lanjut ke alasan keempat nanti, semuanya akan lebih gila.

Alasan keempat adalah lawan saya itu adalah perusahaan saya sebelumnya. Hahahaha. Ya itu kenyataannya. Saya melawan perusahaan sebelumnya. Saya tahu mereka dengan jelas, kekuatan dan kelemahan mereka. Secara solusi? Meng-copy solusi bukanlah hal gampang buat mereka karena mereka tidak memiliki kemampuan yang mumpuni. Secara harga? Saya tahu hampir semua harga mereka, tapi saya tidak peduli dengan hal ini karena pada akhirnya seharusnya negosiasi harga yang akan menentukan. Idealnya seharusnya seperti ini.


Kenyataannya?

Saya kalah dengan alasan yang tidak jelas tanpa ada negosiasi. Kecewa, sedih, marah adalah sesuatu yang wajar. Malu? Jelas saya sangat malu mengetahui hal ini. Bisa-bisanya kompetisi yang seharusnya fair malah ternodai dengan tanda tanya besar: bagaimana semua ini terjadi? Seperti politik Indonesia yang selalu berwarna dan gaduh, sama halnya dengan tender ini. Saya mendengar juga bahwa solusi saya dituduh meng-copy solusi mereka (sil lawan). Bagaimana mungkin? Toh, si klien aja sudah terus terang bahwa mereka meminta si lawan mengikuti solusi saya. Jujur saya yang tadinya bangga dengan perusahaan sebelumnya merasa malu dan marah akibat dari hal ini.

Apakah hal ini pernah terjadi sebelumnya? Beritanya santer terdengar bahwa ini bukanlah yang pertama. Saya tidak tahu dan peduli sampai pada saat ini saya mengalaminya secara langsung. Selama saya bekerja di dunia professional ini, saya state disini bahwa saya TIDAK PERNAH meng-copy seluruh atau sebagian solusi orang atau perusahaan lain. Selain karena tidak pernah mendapat bocoran atau informasi tentang lawan, saya sendiri selalu percaya dengan kemampuan saya pribadi dan team. 

Selama saya "leader" untuk memimpin team mencari solusi terbaik sesuai kebutuhan klien, saya berkomitmen untuk selalu memberikan karya yang original and creative. Tentunya saya dan team selalu berharap untuk selalu menang, tapi bagi saya pribadi yang terpenting adalah "Solusi dan harga terbaik adalah yang harus menang!". Pada akhirnya saya terkadang menang, terkadang saya hanya belajar. Menang karena solusi dan harga yang saya dan team tawarkan sesuai. Belajar bahwa solusi yang saya dan team bawakan tidak tepat dan kurang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Untuk kasus kali ini, saya belajar bahwa tidak semua hal itu ideal dan adil. Saya belajar bahwa dunia dan khususnya si klien serta si perusahaan lama saya adalah entitas yang saya harus waspadai, tandai dan cermati untuk kedepannya.


Terima kasih sudah membaca postingan kali ini. Saya tahu mungkin tidak semua orang mengerti atau menerima apa yang tulis. Disini, saya hanya ingin menyampaikan isi hati saya tentang kenyataan yang saya alami. Saya hanya seorang yang idealis, dan punya integritas untuk selalu original and creative memberikan solusi yang benar dan terbaik. Sekali lagi, kadang kita menang, kadang juga kita belajar. Mohon maaf apabila ada kata dan kalimat yang kurang berkenan. Terima kasih.

Thursday, August 6, 2015

Nyamuk dan Golongan Darah O



Ini Alasan Mengapa Beberapa Orang Lebih Sering Terkena Gigitan Nyamuk

Pasti menyenangkan untuk menghabiskan waktu di luar rumah ketika udara dan cuara sedang cerah. Namun, tahukah Anda hal apa yang tidak menyenangkan? Ya, menghabiskan waktu di luar ruang dan mendapatkan gigitan nyamuk.

Namun saat memperhatikan orang-orang di sekitar, Anda akan melihat ada beberapa orang yang lebih sering digigit nyamuk dan ada yang tidak. Di masyarakat, terdapat banyak kesalahpahaman mengenai penyebab hal tersebut.

Peneliti menyatakan bahwa penyebab utama dari kerentanan tersebut adalah faktor golongan darah. "Kami belum memahami secara lengkap mengapa isu tersebut dihubungkan dengan golongan darah," ucap Elizabeth Tanzi, MD, ahli penyakit kulit di Washington seperti dikutip dari Women's Health Magazine pada Kamis (25/6/2015).

"Biasanya golongan darah O yang lebih menarik bagi nyamuk," imbuh Elizabeth. Selain itu, Elizabeth juga mengungkapkan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh sensitivitas kulit. Jadi, sementara beberapa orang mendapatkan gigitan lebih banyak, beberapa orang menyadari banyak digigit karena kulit mereka yang bereaksi.

"Jika Anda memiliki kulit yang lebih sensitif, gigitan serangga dapat mendorong pelepasan sel inflamasi (peradangan) pada area tersebut, mirip dengan reaksi gatal-gatal. Ketika digigit, mereka bisa mengalami pembengkakan," ucap Elizabeth.

Jika Anda adalah salah satu yang sangat mudah mendapat peradangan, Anda dapat mempersiapkan diri dengan sedikit antihistamin dalam semprotan serangga. "Mulailah menggunakannya untuk menghindari pembengkakan. Histamin akan distabilkan dalam sistem Anda. Jadi, jika Anda memutuskan untuk piknik atau melakukan kegiatan di luar, sebaiknya gunakan obat alergi," ungkap Elizabeth.

Penjelasan biologis juga membuktikan tidak ada hubungan antara warna baju atau wangi parfum yang mampu menarik nyamuk. Untuk makanan, Elizabeth mengatakan bahwa makan makanan yang manis dapat menarik nyamuk. Tetapi peneliti tidak mengetahui secara jelas jika itu berhubungan dengan pola makan.

Tidak hanya itu, penelitian di Journal of American Mosquito Control Association menemukan bahwa nyamuk akan lebih tertarik pada orang yang minum bir. Namun, penelitian tersebut masih kecil yang hanya melibatkan 13 partisipan dan Elizabeth belum mendengar bukti bahwa meminum bir dapat meningkatkan kemungkinan digigit nyamuk.

Sumber : Detik
...

Nyamuk Lebih Tertarik pada Orang dengan Golongan Darah O?

Pada musim kemarau seperti sekarang, bukan hanya cuaca panas yang membuat kita merasa tidak nyaman, melainkan juga banyaknya nyamuk yang berkeliaran. Gigitan nyamuk memang sungguh menyebalkan, belum lagi kalau ternyata nyamuk tersebut adalah pembawa virus demam berdarah.

Ada beberapa mitos seputar perilaku nyamuk yang masih dipercaya. Misalnya, memakai parfum bisa menarik nyamuk, atau nyamuk lebih suka dengan orang bergolongan darah tertentu. 

Pisahkan mitos dengan fakta melalui penjelasan dari Joseph Conlon dari Asosiasi Pengendalian Nyamuk Amerika berikut ini.

- Setiap nyamuk pasti menggigit
Salah. Hanya nyamuk betina yang menggigit karena ia butuh darah untuk protein dan energi dalam memproduksi telur. Nyamuk jantan mencari makan dari nektar bunga. Ada juga nyamuk yang tidak menggigit manusia sama sekali karena ia menyasar burung, reptil, dan mamalia lain. 

- Nyamuk tertarik pada wangi parfum
Benar. Nyamuk memang mencari nektar bunga sebagai sumber nutrisi gula. Jadi, menurut Conlon, mungkin saja saat kita memakai parfum dengan aroma bunga yang dominan, hal tersebut akan menarik nyamuk untuk menggigit. Bila Anda tak mau jadi sasaran nyamuk, sebaiknya hindari wangi bunga mawar, lavender, atau gardenia. 

- Nyamuk lebih suka orang yang banyak makan manis
Salah. Memang benar ada orang yang secara alami lebih menarik bagi nyamuk sehingga banyak yang mengira bahwa itu karena darah mereka lebih punya rasa. Faktanya, mungkin hal itu karena aromanya. Nyamuk menyukai aroma tertentu dari kulit, kehangatan, kelembaban, asam laktat, karbon dioksida, dan faktor lain yang belum dikenali.

"Ketertarikan nyamuk ditentukan oleh aroma seseorang, bukan hanya faktor tunggal. Seperti halnya anjing mendeteksi aroma individual seseorang, demikian pula halnya dengan nyamuk," kata Conlon. 

- Nyamuk menyukai orang dengan golongan darah tertentu
Benar. Penelitian menunjukkan, orang dengan golongan darah O cenderung disukai nyamuk. Namun, itu hanya porsi dari golongan O yang disekresi oleh molekul tertentu, melalui air liur, keringat, dan lendir.

- Ibu hamil lebih sering digigit nyamuk

Benar. Penelitian menunjukkan, nyamuk cenderung menggigit ibu hamil. Ini bukan karena volume darah calon ibu meningkat sampai 50 persen selama kehamilan, melainkan karena ibu hamil memproduksi panas dan karbon dioksida. 


...

Nah akhirnya saya mendapatkan artikel yang memang selama ini saya cari. Sebuah kebenarang tentang nyamuk dan golongan darah O. Ternyata memang golongan darah saya lebih menarik. Mungkin rasanya lebih manis dan aromanya lebih menggoda daripada golongan darah lain ya, apalagi saya orangnya gampang keringatan. 

Sekarang saya tahu jika ingin beraktivitas di daerah panas dan terbuka, saya harus menggunakan celana panjang dan sepatu untuk menghindari serangan nyamuk pada daerah yang cenderung kurang gerak dan di lokasi yang gelap seperti dibawah meja. Yah memang ini takdir untuk memiliki golongan darah yang menarik bagi nyamuk. Disyukuri saja karena mungkin golongan darah O juga memiliki potensi lain seperti bisa mendonorkan darah ke non O yang disebut juga universal. :)

Wednesday, August 5, 2015

Kumpulan Istilah Startup Teknologi - Oleh TechinAsia

Berbicara tentang startup adalah sesuatu yang sangat menarik apaagi dalam 3 tiga tahun belakangan ini. Banyak sekali startup baik diluar negeri maupun dalam negeri yang sering diperbincangkan secara "exclusive". Sebut saja mereka adalah Uber, AirBnB, GrabTaxi, Tokopedia, BukaLapak, OLX, UrbanIndo, Disdus, Lazada, Bridestory, Traveloka, Gojek dan seterusnya... Kalau saya tulis masih banyak lagi yang bisa saya tulis. Kiranya mereka mewakili beberapa industri yang ada.

Untuk yang di Indonesia sendiri beberapa lahir sebelum 2010, tapi mayoritas yang saya tulis diatas lahir setelah 2010 yang mana artinya umurnya masih < 5 tahun dan pendanaannya masih dalam tahap awal dan masih bisa sangat berkembang lagi. Selain daripada startup company itu sendiri, tentunya ada venture di belakangnya. Beberapa yang berasal dari Indonesia yang cukup terkenal adalah GEPI, Indigo Ideabox, dan MerahPutih.

Kembali ke topik artikel ini, dibawah ini adalah kumpulan istilah startup teknologi yang saya ambil dari TechinAsia Indonesia. Beberapa istilah sudah saya pahami dan beberapa juga baru saya mengerti disini. Tentunya ini akan menambah wawasan kita apalagi bagi kita yang berencana juga untuk mendirikan startup kita sendiri. Semoga bermanfaat.


Apabila Anda baru memasuki dunia startup teknologi dan sering menghadiri acara seminar, launching, atau membaca media online yang mengupas tentang startup teknologi mungkin Anda akan merasa bingung dengan sejumlah istilah asing seperti pivot, pra-series, acqui-hire, dan banyak istilah lainnya. Untuk membantu Anda memahami istilah-istilah tersebut, melalui artikel ini Tech in Asia akan memberikan penjelasan dari sejumlah istilah yang umum digunakan di dunia startup.


Investasi dan akuisisi


#Venture Capitalist: Investor yang berinvestasi pada sebuah venture capital, investasi penyertaan modal pada startup potensial.


#Venture Capitalist Utama (investor utama): merupakan venture capital yang bertanggung jawab untuk menyokong_ startup_ atau berinvestasi paling besar dalam pendanaan di tahap tertentu. Dalam kedua kasus, mereka terlibat aktif dalam perusahaan investasi. Mereka ikut dalam rapat dewan direksi sebagai direktur dan terlibat dalam portofolio sehari-hari.


#Venture Capital: merupakan perusahaan yang mendapat dan mengumpulkan pendanaan dari sejumlah konglomerat dan instisusi dengan tujuan untuk diberikan kepada perusahaan rintisan. Nantinya venture capital (VC) akan menerima imbalan sejumlah saham dari perusahaan rintisan yang mendapat pendanaan.


#Angel Investor: Seorang investor yang menggunakan dana pribadinya untuk berinvestasi pada sebuah startup dengan imbalan saham perusahaan tersebut.

#Round: adalah unit penggalangan dana. Round bisa disebut juga dengan tahap. Misalnya, round pertama disebut dengan “seed round” atau pendanaan tahap awal. Kemudian round berikutnya disebut “Seri A”, “Seri B”, “Seri C”, dan seterusnya. Round terakhir disebut sebagai “final round”.

#Seed funding: merupakan istilah bagi startup yang mendapat pendanaan tahap awal atau untuk kali pertama sebelum seri pendanaan berikutnya. Saat ini, besaran seed funding di Indonesia berkisar antara Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar.

#Exit: memiliki dua pengertian, yakni exit yang baik dan buruk. Exit dikatakan baik apabila startup tersebut berhasil mencapai IPO atau M&A (Merge & Acquisition) dengan perusahaan lain. Sedangkan exit yang buruk adalah cara lain untuk mengatakan apabila sebuah startup gagal atau tutup karena sejumlah alasan.

#IPO (Initial Public Offering): Dalam bahasa Indonesia disebut juga penawaran publik perdana atau peluncuran ke pasar saham adalah momen saat saham sebuah perusahaan dijual kepada investor institusional yang kemudian dijual ke masyarakat umum di pasar saham untuk kali pertama.

#Acqui-hire: merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Google pada pertengahan tahun 2000. Kondisi itu terjadi saat sebuah perusahaan besar merasa ide dari sebuah startup itu sangat buruk, tetapi memiliki tim yang berbakat. Sehingga perusahaan tersebut melakukan akuisisi untuk mendapatkan tim tersebut sebagai bonus.

Inkubator dan Akselerator


#Inkubator: adalah ruang pendukung, yang menjadi tempat berkembangnya startup. Kebanyakan inkubator menawarkan saran bagi para ahli, pelatihan serta dukungan keuangan untuk perusahaan muda, serta ruang kantor bagi perusahaan tersebut agar dapat berkembang.

#Akselerator: Program yang menerima aplikasi terbuka untuk mengikuti kelas gabungan startup (dikenal juga sebagai cohort ) yang terdiri atas sebuah tim pendiri kecil dengan ide yang dikembangkan secara eksternal. Program seperti ini menyediakan dukungan melalui sejumlah kecil modal awal, bimbingan, pelatihan, dan acara promosi dalam periode terbatas, biasanya 3–4 bulan. Startup yang lulus dari program ini akan berkesempatan mendapatkan investor saat demo day.

#Demo Day: Demo day biasanya diadakan pada tiap akhir masa inkubasi. Kegiatan ini merupakan kesempatan pertama bagi startup untuk bertemu dengan para calon investor.

#Coworking space: adalah ruang perkantoran tempat pekerja mandiri seperti entrepreneur , programmer lepas, dan desainer web saling berbagi. Co-working space akan menyediakan meja, ruang konferensi, dan koneksi internet untuk mendukung penggunanya bekerja. Tujuan utamanya bukan sekadar menyewakan ruang perkantoran, melainkan sebagai sebuah tempat komunitas yang sinergis tempat para entrepreneur penggunanya bisa mengembangkan jejaring mereka dan menghasilkan ide-ide baru.

Teknis


#API - Application Programming Interface: adalah interface dengan serangkaian fungsi atau rutinitas yang memungkinkan pengembangan untuk menyelesaikan tugas tertentu atau memungkinkan untuk berinteraksi dengan komponen software tertentu.

#UI (User Interface): atau desain antarmuka yang ditampilkan ke pengguna. Para pelaku di industri ini sering menaruh kedua akronim ini bersamaan ketika berbicara tentang fungsi dan estetika produk tertentu.

#UX (User Experience): mengacu pada pengalaman pengguna.

#Growth Hacking: merupakan istilah yang ditujukan bagi tim marketing, sales, atau asosiasi yang berhasil melakukan strategi khusus dengan melakukan “hacking” agar performa mereka meningkat drastis. Penambahan kata “hacking” ini dikarenakan mereka yang berprofesi di ranah nonteknis juga ingin disebut sebagai “hacker”.

#Pivot: merupakan istilah bagi sebuah startup yang melakukan perubahan saat ia sadar bahwa apa yang sudah dilakukan tidak berjalan. Akan tetapi perubahan yang dilakukan masih sesuai dengan ide awal mereka.

Bisnis


#Monetisasi: adalah konversi produk, atau aset, menjadi alat pembayaran yang sah. Pada dasarnya, ini adalah cara halus berbicara tentang bagaimana Anda dapat membuat sesuatu yang dapat dikomersilkan.

#KPI (Key Performance Indicator): cara mengukur seberapa efektif perusahaan Anda mencapai tujuannya. Banyak organisasi menggunakan ini untuk memastikan target terpenuhi. Hal ini sangat penting bagi perusahaan muda untuk melacak keberhasilan awal mereka di pasar.

#ROI (Return of Investment): yang tinggi memiliki arti bahwa suatu perusahaan menghasilkan uang di atas biaya investasi. Ini adalah singkatan favorit lainnya bagi para startup, digunakan untuk mengevaluasi keuntungan dibandingkan dengan modal yang diinvestasikan.


#Cost benefit analysis (CBA): atau analisis biaya manfaat adalah analisis tentang perbandingan atau selisih antara penerimaan yang diperoleh dan ongkos yang dikeluarkan dari suatu kegiatan. Jika penerimaan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan, kegiatan itu dianggap positif , artinya dapat dilakukan. Kalau tidak, kegiatan atau proyek tersebut tidak perlu dilaksanakan.


Sumber: TechinAsia Indonesia

Tuesday, August 4, 2015

Pekerjaanmu Membentuk Karaktermu - Oleh Pelita Hidup

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” Lukas 16:10-12



Tahukah Anda bahwa Tuhan memakai pekerjaan kita sebagai alat dan sarana untuk membentuk karakter kita?

Dalam kitab Kejadian, kita dapat membaca kisah tentang Yusuf. Tuhan memberikan sebuah visi kepada Yusuf bahwa ia kelak akan menjadi seorang pemimpin besar, tetapi selama 40 tahun ia menghabiskan hidupnya dengan menjadi budak; bahkan ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan bekerja di dalam penjara. Itulah medan ujian bagi Yusuf yang dipakai oleh Tuhan untuk membentuk karakternya, dan ketika saatnya tiba, Tuhan mengangkatnya dari medan ujian tersebut dan menempatkannya di tempat dimana Ia ingin Yusuf seharusnya berada yaitu Raja Muda di Mesir. Selama masa-masa susah dan berat itu Tuhan membentuk karakter Yusuf.

Allah lebih peduli mengenai diri Anda daripada apa yang Anda lakukan. Ia lebih tertarik kepada karakter Anda daripada karir yang Anda miliki. Tetapi Tuhan juga memakai tempat kerja dan pekerjaan Anda sebagai sarana untuk membentuk karakter Anda. Sejatinya, tempat kerja Anda adalah sebuah kursus kehidupan dalam hal pengembangan dan pembentukan karakter Anda.

Apakah Anda memiliki seorang atasan yang membuat Anda senewen? Coba pikirkan hal ini. Allah memakai atasan Anda tersebut untuk menguji kesabaran Anda dan Ia dapat memakai tempat kerja yang tidak Anda sukai  untuk membentuk dan membangun karakter Anda. Ia menanam benih kasih, sukacita, damai sejahtera dan kesabaran dalam hati Anda dan membuat benih-benih tersebut tumbuh subur selama Anda bekerja di tempat tersebut dan mengerjakan pekerjaan Anda.

Anda mungkin sedang berada di tempat kerja Anda sekarang dan bertanya-tanya, “Mengapa ini terus berlanjut? Mengapa bekerja di tempat ini terasa berat dan sulit? Mengapa semua orang di kantor mengesalkan? Kenapa aku tidak bisa merasa bahagia berada di tempat kerjaku?” Anda sebenarnya menanyakan pertanyaan yang sama dengan apa yang ditanyakan oleh Salomo di kitab Pengkothbah 1:3: “Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Jawabannya adalah karakter. Hidup kita sekarang merupakan persiapan untuk hidup yang kekal nanti. Anda tidak akan membawa karir Anda ke Surga, tetapi karakter Anda-lah yang akan Anda bawa ke sana. Dan sementara Anda berada di dunia ini, Allah sedang membentuk dan mengembangkan karakter Anda tersebut serta menguji kesetiaan Anda. Apakah Anda akan tetap melakukan hal yang benar ketika Anda tidak ingin melakukannya – entah karena kondisi atau situasi yang sedang Anda alami di tempat kerja atau sekedar hanya karena perasaan Anda saja. Allah selalu melihat dan mengawasi kita sehingga Ia dapat menentukan tugas atau jenis pekerjaan apa yang akan Ia percayakan kepada kita ketika nanti kita masuk dalam masa kerajaan Surga yang kekal.

Dalam Lukas 16:10-12, Yesus berkata, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar…. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” 

Jadi sekarang, apakah tantangan dan pergumulan yang sedang Anda hadapi di tempat kerja? Sudahkan Anda mengerti bahwa seberat apapun pekerjaan dan lingkungan tempat kerja Anda, Allah sengaja menempatkan Anda di situ untuk membentuk karakter Anda? Mari kita belajar dari Yusuf yang walaupun secara manusia mengalami berbagai keadaan yang sangat menyesakkan hati, tetai tetap berpegang teguh pada iman dan janji Tuhan serta tetap melakukan kebenaran dan melakukan yang terbaik untuk setiap tugas dan pekerjaan yang dipercayakan kepadaNya. Dan pada waktunya, Allah meninggikan Yusuf dan menggenapi visi yang Ia taruh di hati Yusuf.

Maukah Anda menjadi seperti Yusuf?

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23

Sumber : Pelita Hidup 30 April 2015


...

Sharing diatas sangat memberkati saya sekali. Kondisi pekerjaan saya sedang tidak berada dalam kondisi yang baik. Ada saja tantangan yang selalu muncul di saat yang tidak terduga. Semuanya ini terus terang sangat menguras tenaga dan pikiran. Tentunya saya tidak akan lupa untuk beryukur untuk segala hal lainnya yang masih berjalan dengan baik serta tidak lupa juga untuk selalu berusaha dan berdoa lebih lagi agar saya dapat kelancaran dan dapat melalui tantangan yang ada saat ini dengan baik.

Saya ingin belajar lebih setia dengan perkara-perkara yang Tuhan percayakan dalam hidup saya khususnya melalui pekerjaan, atasan dan rekan kerja saya. Tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya tidak akan saya lakukan setengah hati. Saya percaya bahwa semuanya terjadi karena Tuhan yang mengijinkan itu terjadi dan Ia ingin membuat karakter saya lebih baik lagi. Semoga renungan ini juga bermanfaat bagi teman-teman lain yang membacanya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. :)

Monday, August 3, 2015

6 Rules to Make Your Dashboards Stunningly Functional - by MicroStrategy

So far in this series, we’ve covered the basic principles that determine how we visually perceive information. Now it’s time to apply them to designing information-driven apps. Over years of working with dashboards and information presentation tools, I’ve identified 6 guiding principles that every information-driven app should strive to be:
  1. Informative
  2. Intuitive
  3. Interactive
  4. Stylish
  5. Deductive
  6. Actionable
...

1: Informative
One of the most common design mistakes people make is forgetting the difference between ‘data’ and ‘information’. Simply providing access to data or displaying any available data on a subject does not make for a well-designed dashboard. Data needs to be presented in a format which transforms it into information that can be readily consumed. It is important to remember to design around the business process and not around data. Also, information in an application should flow in a way that reflects a business user’s train of thought.



Things that can make your dashboard informative:
  • KPIs: Present up-to-date information on critical business metrics and put the most relevant information first.
  • Trends: Show performance over time to add context.
  • Comparisons: Show these based on time, geography, or other natural hierarchies relevant to the business process.
  • Alerts or exceptions: Quickly communicate whether something is excellent, horribly wrong, below or above a threshold—anything that should spark an immediate action.
  • Relative performance: Present information in relation to other business metrics/functions, internal competition-fostering metrics (ranks), and competitor information, if available.
2: Intuitive
If applications and reporting suites are difficult to use, users won’t want to use these tools, and critical information will go unused. There is nothing more frustrating to a business user than interfaces or workflows that disrupt the ability to get the job done. Rather, applications should be intuitive enough to drive user adoption while encouraging people to make decisions based on timely data.

Things that can make your information-driven app easy to use are:
  • Keep it simple! Follow the basic guidelines of design discussed in the previous blogs of this series.
  • Arrange the information in a way that makes sense to a business user. Use data subject areas, time granularity changes, ‘Cause and Effect’ relationships, etc. Group metrics or information that goes together to paint a story. Always provide a link to a FAQ page that explains the metric definitions.
  • Avoid folder navigation. Use dashboard linking to create a workflow. Always provide a way back to the previous screen.
  • Minimize the number of clicks to find answers.
  • Make the app mirror a business workflow.
3: Interactive
People naturally want to interact with an application to explore information. They want to slice and dice, drill to, drill across, etc. In MicroStrategy, elements that provide interactivity include: selectors, panels, interactive features of a widget, layouts, info-windows, drill downs, navigation, and more. With so many choices to make an app interactive, it’s easier to point out what to avoid in order to keep your application interactive, intuitive, and easy to use.

Guidelines to keep it simple, yet interactive:
  • Too much of anything is a bad idea! Focus on what’s important.
  • Make everything navigable within 3 clicks.
  • Don’t use more than 3 selectors. If you have more than 3 selectors, use the Filter panel so that the interface is not overcrowded with selection options.
  • Only use info windows on certain elements. If you think that the user will always click/tap on an info window, then that information should be presented upfront.
  • If there is a drill down enabled, the users should always have a way to get back to their previous screen.

4: Stylish
It’s all about form AND function today. Invoking one without the other can be a detriment to user adoption. To achieve this goal for dashboards and apps, I have always found it useful to work with a graphic designer. Remember to keep in mind the basic principles we have already discussed in the earlier blogs!

More tips to make your app look better and function great:
  • Create a sense of pride and ownership by using corporate logos, corporate color palette, etc.
  • Use updated icons, sleeker buttons, etc. Revisit older dashboards to update them for modern UI/UX looks.
  • Use Icons in place of words. Let the Information be the most of the “wordy” content on the dashboard.
  • Avoid using a lot of darker colors together; use contrast to increase text visibility.
  • Use gradients of the same color instead of contrasting colors.
5&6: Deductive and Actionable
In the very first blog of this series, we established that visual dashboard design is successful if the user can identify a problem, determine why it occurred, and quickly decide what to do about it. So our dashboards should ultimately support this by being deductive and actionable. There are different ways to deliver “deductive” quality, depending on the user. Some users like to be presented with the final inference from data (high level executives, senior leadership, etc.) while other users, like functional analysts, may need access to a wider swath of data to be able to ask ad-hoc questions. Thus, you will have to adopt different tactics tailored for each audience. For analysts, consider integrating Visual Insight into the dashboard suite (more to come on this topic in the later blogs).

MicroStrategy Transaction Services provides the “actionable” function for a dashboard. Integrating in the ability to take action within the app makes it a true workflow-based app. A user can now see the data, figure out the next steps, and actually do it all in one place.

How to keep it simple:
  • Design simple transactions.
  • Preferably, keep the number of actions on a dashboard limited to avoid overload and confusion.
  • Keep the transaction option very relevant to the problem at hand, and the information presented should allow them to complete the transaction
...

Source: Mamta Chirmade - MicroStrategy Blog


...

I have been working with MicroStrategy in many opportunity. The differentiate or special things about MicroStrategy is no 6. MicroStrategy offer something that isn't owned by any vendor right now. It is transaction services. It allow user to do some action and create "simple" apps on the top of the Analytics, right beside their dashboard.

MicroStrategy offer very custom dashboard that can be built with your style and creativity. Although the development is not as simple as other vendors, the functionality and customization is very rich. There is also an offline capability where you can set up at the development so the users can enjoy the dashboard and transaction without being worry of the internet access. You can enjoy MicroStrategy on iOS and Android. MicroStrategy offer native mobile application, so you can access your data and information on the go.