Tuesday, August 4, 2015

Pekerjaanmu Membentuk Karaktermu - Oleh Pelita Hidup

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” Lukas 16:10-12



Tahukah Anda bahwa Tuhan memakai pekerjaan kita sebagai alat dan sarana untuk membentuk karakter kita?

Dalam kitab Kejadian, kita dapat membaca kisah tentang Yusuf. Tuhan memberikan sebuah visi kepada Yusuf bahwa ia kelak akan menjadi seorang pemimpin besar, tetapi selama 40 tahun ia menghabiskan hidupnya dengan menjadi budak; bahkan ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan bekerja di dalam penjara. Itulah medan ujian bagi Yusuf yang dipakai oleh Tuhan untuk membentuk karakternya, dan ketika saatnya tiba, Tuhan mengangkatnya dari medan ujian tersebut dan menempatkannya di tempat dimana Ia ingin Yusuf seharusnya berada yaitu Raja Muda di Mesir. Selama masa-masa susah dan berat itu Tuhan membentuk karakter Yusuf.

Allah lebih peduli mengenai diri Anda daripada apa yang Anda lakukan. Ia lebih tertarik kepada karakter Anda daripada karir yang Anda miliki. Tetapi Tuhan juga memakai tempat kerja dan pekerjaan Anda sebagai sarana untuk membentuk karakter Anda. Sejatinya, tempat kerja Anda adalah sebuah kursus kehidupan dalam hal pengembangan dan pembentukan karakter Anda.

Apakah Anda memiliki seorang atasan yang membuat Anda senewen? Coba pikirkan hal ini. Allah memakai atasan Anda tersebut untuk menguji kesabaran Anda dan Ia dapat memakai tempat kerja yang tidak Anda sukai  untuk membentuk dan membangun karakter Anda. Ia menanam benih kasih, sukacita, damai sejahtera dan kesabaran dalam hati Anda dan membuat benih-benih tersebut tumbuh subur selama Anda bekerja di tempat tersebut dan mengerjakan pekerjaan Anda.

Anda mungkin sedang berada di tempat kerja Anda sekarang dan bertanya-tanya, “Mengapa ini terus berlanjut? Mengapa bekerja di tempat ini terasa berat dan sulit? Mengapa semua orang di kantor mengesalkan? Kenapa aku tidak bisa merasa bahagia berada di tempat kerjaku?” Anda sebenarnya menanyakan pertanyaan yang sama dengan apa yang ditanyakan oleh Salomo di kitab Pengkothbah 1:3: “Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari?

Jawabannya adalah karakter. Hidup kita sekarang merupakan persiapan untuk hidup yang kekal nanti. Anda tidak akan membawa karir Anda ke Surga, tetapi karakter Anda-lah yang akan Anda bawa ke sana. Dan sementara Anda berada di dunia ini, Allah sedang membentuk dan mengembangkan karakter Anda tersebut serta menguji kesetiaan Anda. Apakah Anda akan tetap melakukan hal yang benar ketika Anda tidak ingin melakukannya – entah karena kondisi atau situasi yang sedang Anda alami di tempat kerja atau sekedar hanya karena perasaan Anda saja. Allah selalu melihat dan mengawasi kita sehingga Ia dapat menentukan tugas atau jenis pekerjaan apa yang akan Ia percayakan kepada kita ketika nanti kita masuk dalam masa kerajaan Surga yang kekal.

Dalam Lukas 16:10-12, Yesus berkata, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar…. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” 

Jadi sekarang, apakah tantangan dan pergumulan yang sedang Anda hadapi di tempat kerja? Sudahkan Anda mengerti bahwa seberat apapun pekerjaan dan lingkungan tempat kerja Anda, Allah sengaja menempatkan Anda di situ untuk membentuk karakter Anda? Mari kita belajar dari Yusuf yang walaupun secara manusia mengalami berbagai keadaan yang sangat menyesakkan hati, tetai tetap berpegang teguh pada iman dan janji Tuhan serta tetap melakukan kebenaran dan melakukan yang terbaik untuk setiap tugas dan pekerjaan yang dipercayakan kepadaNya. Dan pada waktunya, Allah meninggikan Yusuf dan menggenapi visi yang Ia taruh di hati Yusuf.

Maukah Anda menjadi seperti Yusuf?

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Kolose 3:23

Sumber : Pelita Hidup 30 April 2015


...

Sharing diatas sangat memberkati saya sekali. Kondisi pekerjaan saya sedang tidak berada dalam kondisi yang baik. Ada saja tantangan yang selalu muncul di saat yang tidak terduga. Semuanya ini terus terang sangat menguras tenaga dan pikiran. Tentunya saya tidak akan lupa untuk beryukur untuk segala hal lainnya yang masih berjalan dengan baik serta tidak lupa juga untuk selalu berusaha dan berdoa lebih lagi agar saya dapat kelancaran dan dapat melalui tantangan yang ada saat ini dengan baik.

Saya ingin belajar lebih setia dengan perkara-perkara yang Tuhan percayakan dalam hidup saya khususnya melalui pekerjaan, atasan dan rekan kerja saya. Tanggung jawab yang dipercayakan kepada saya tidak akan saya lakukan setengah hati. Saya percaya bahwa semuanya terjadi karena Tuhan yang mengijinkan itu terjadi dan Ia ingin membuat karakter saya lebih baik lagi. Semoga renungan ini juga bermanfaat bagi teman-teman lain yang membacanya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. :)

No comments:

Post a Comment

Share Your Inspiration...