Monday, December 16, 2013

Kerja KERAS, Kerja CERDAS, Kerja SAMA

Judul postingan ini mungkin sangat populer di beberapa atau bahkan semua kalangan. Judul ini menurut saya adalah sebuah prinsip. Bagi sebagian orang, saya rasa tidak menyukai kerja keras dan lebih memilih kerja cerdas dan kerja sama. Sebagian orang lagi mungkin memilih hal yang berbeda. Saya rasa tidak ada yang salah maupun yang benar. 

Apabila saya diharuskan untuk membuat urutan kerja tersebut, maka hasilnya adalah demikian :

Kerja Cerdas > Kerja Sama > Kerja Keras

Mengapa saya menempatkan urutan-nya demikian?
  • Kita harus cerdas dalam menghadapi segala sesuatu baik itu kehidupan maupun pekerjaan. 
  • Kita harus cerdas dalam memilih apa yang benar dan apa yang tidak. 
  • Kita harus dalam cerdas menentukan mana yang menguntungkan dan apa yang tidak. 
  • Kita harus cerdas dalam melakukan apa yang bermakna dan apa yang tidak. 
Saya sendiri berprinsip bahwa segala sesuatu yang saya bisa kerjakan sendiri, saya harus lakukan sendiri dan jangan menyusahkan orang lain. Kalau saya tidak cerdas melakukan pekerjaan saya sendiri, akhirnya saya akan membebani orang lain. Sebelum kita bekerjsama, kita harus cerdas memilih orang yang akan akan kita masukan dalam tim. Kita juga harus cerdas mengidentifikasi keahlian dan kepribadian orang tersebut.

Lingkungan pekerjaan saya sekarang menuntut saya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik itu internal perusahaan maupun eksternal yaitu klien. Untuk mencapai sebuah hasil diperlukan kerjasama antara pihak - pihak yang terlibat.  Sebagai TL / Team Leader yang baik, saya juga diharuskan untuk menjaga harmoni dan stabilitas tim. Dukungan dan kerjasama dari semua anggota adalah mutlak demi tercapainya hasil yang diharapkan. 

Ketika kita berada dalam suatu tim, maka urutan-nya dapat berganti menjadi : 

Kerja Sama > Kerja Cerdas > Kerja Keras

Kenapa? Karena pencapaian yang dilihat adalah hasil akhir bersama, bukanlah individual.  Masing - masing orang akan memiliki peran yang mendukung pencapaian tersebut. Peran itulah yang membutuhkan kerja cerdas. Saya yakin tidak ada seseorang yang ahli di semua bidang pekerjaan. Tuhan memberikan manusia masing - masing talenta yang unik. Dan akhirnya, sebagai bagian dari tim, kita dituntut tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik bagi tim kita.


Terakhir, kerja keras mungkin dihindari bagi sebagian kalangan. Kalau bisa kerja cerdas dan kerjasama kenapa harus kerja keras? Saya juga terkadang menganut prinsip demikian. Tapi keadaan bisa membuat itu menjadi berbeda. Kita dituntut untuk melakukan lebih dari cerdas, lebih dari sama, yakni keras. Bagi saya, kerja keras harus dilakukan apabila kita menginginkan sesuatu yang lebih, lebih dari sekedar baik yakni istimewa. Untuk mencapai hasil yang diharapkan diperlukan pengorbanan, kerja keras adalah jawabannya. 

Artikel ini adalah tulisan pribadi yang saya ilhami dari pengalaman saya. Mohon maaf apabila ada kalimat yang salah atau kurang berkenan. Semoga bermanfaat. Terima kasih. 

#Terjemahan Inggris